h TAKAFUL MAKASSAR: Dalil Tentang Pentingnya Asuransi

Jumat, 22 Februari 2013

Dalil Tentang Pentingnya Asuransi


Islam memandang asuransi sebagai suatu perbuatan yang mulia karena pada dasarnya Islam senantiasa mengajarkan. umatnya untuk mempersiapkan segala sesuatu secara maksimal, terutama selagi manusia tersebut mampu dan memiliki sumber daya untuk melakukannya. Hal ini sesuai dengan Al-Quran dan hadist (perkataan Nabi Muhammad SAW) :              

1. Kewajiban 1 tahun setelah meninggal

Q.S. Al-Baqarah ayat 240 (QS. 2:240),”Dan orang-orang yang akan meninggal dunia diantaramu dan meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuknya, yaitu diberi nafkah hingga setahun lamanya...”
2. Demi anak-anak

Q.S. A.-Nisaa ayat 9 (QS.4:9),”Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka.”

3. Masa depan

Q.s. Al-Hasyr ayat 18 (QS. 59:18), “ Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah tiap-tiap diri memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok...”

4. Jaga lima sebelum yang datang lima (al-Hadits)

• Muda sebelum Tua

• Sehat sebelum Sakit

• Kaya sebelum Miskin

• Lapang sebelum Sempit

• Hidup sebelum Mati

5. Menabung untuk ahli waris

”Wahai Saad, apabila kamu tinggalkan keturunanmu dalam keadaan cukup jaminan hartanya adalah lebih baik ketimbang kamu tinggalkannya dalam keadaan serba kekurangan, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada orang terkadang diberi terkadang ditolak.” ( Dialog Rasulullah dengan sahabat Saad bin Abi Waqash)

Jika demikian maka asuransi sesuai dengan makna hadist tersebut, yaitu manusia dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan segala sesuatu, termasuk di dalamnya menghambur-hamburkan kekayaan. Manusia diwajibkan agar dapat mempergunakan kekayaannya untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat, seperti mempersiapkan masa depan bagi keluarga dan anak-anak tercinta.

Allah SWT dalam Al Qur'an juga memerintahkan hamba-hambanya untuk senantiasa mempersiapkan diri dalam menghadapi hari esok. Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk menabung ataupun berasuransi.

INFO TAKAFUL SYARIAH :









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar